DPM Teo Chee Hean at the National Day Reception in Jakarta

DPM Teo Chee Hean | 10 August 2017 | Jakarta, Indonesia

Speech by DPM and Coordinating Minister for National Security Teo Chee Hean at the National Day Reception in Jakarta at the Shangri-La Hotel, on Thursday, 10 August 2017, 1930 Hrs, Jakarta, Indonesia.

 

“Celebrating RISING50”

Minister of Industry Airlangga Hartarto,
Minister of Trade Enggartiasto Lukita,
Minister of Energy and Mineral Resources Ignasius Jonan,
Vice-Minister for Foreign Affairs Abdurrahman Mohammad Fachir
Chairman of the Audit Board Moermahadi Soerja Djanegara,
Minister for Social and Family Development Tan Chuan-Jin,
Senior Parliamentary Secretary for Trade & Industry and Education Low Yen Ling,
Chairman of Government Parliamentary Committee for Defence and Foreign Affairs Vikram Nair,
Distinguished Guests,
Ladies and Gentlemen,

Good evening,

Thank you all for attending our National Day Reception. I am very happy to celebrate Singapore’s 52nd National Day with our friends in Indonesia. I visited Jakarta in March and this is my second visit to Indonesia this year. It has been good catching up with many old friends, and I thank you for the warmth and hospitality shown to me and my delegation.

RISING50

2017 marks an important milestone in our bilateral relationship. In less than a month, we will celebrate the 50th anniversary of the establishment of Singapore-Indonesia diplomatic relations on 7 September. We have adopted the tagline of “RISING50” for this year-long celebrations – “R-I” for the Republic of Indonesia and “S-I-N-G” for Singapore. “Rising” is also an apt description of our strong bilateral relations, where we seek to build on our long-standing and mutually-beneficial cooperation over the past 50 years to ‘rise’ to new heights, together.

Singapore and Indonesia share an excellent bilateral relationship, built on a solid foundation of mutual understanding and respect. As a close neighbour and a friend, Singapore is committed to working with Indonesia for the well-being and benefit of our two countries and peoples. This is not only beneficial for our two countries, but important for a stable and prosperous ASEAN as well.

Strong Trade and Investment Links

The trade and investment links between the businesses of our two countries is strong[1]. Singapore has been Indonesia’s largest source of foreign investment over the last few years[2], with US$ 9.2 billion invested last year, accounting for 20% of the total foreign direct investments in Indonesia. We are also Indonesia’s third largest trading partner.

Our two countries have also recently established the Indonesia-Singapore Business Council, which will create more opportunities for investment and collaboration. When Singapore serves its term in the ASEAN Chairmanship next year, we will also be working with Indonesia and other fellow ASEAN members to enhance business ties and connectivity.

Strong People-to-People Linkages

We also have strong people-to-people linkages. With the good flight connections to Jakarta and many other destinations in Indonesia, many Indonesians visit Singapore, and many Singaporeans also visit Indonesia to appreciate the natural beauty and culture, and enjoy the warm hospitality of our Indonesian friends. Indonesia is the largest source of visitors to Singapore, and about 2.9 million Indonesians[3] visited Singapore last year. More than 1.4 million Singaporeans visit Indonesia each year as well, and we are among the top two largest sources of tourist arrivals for Indonesia.[4].

Over 5600 Indonesian officials have also participated in training exchanges in Singapore. These are in areas of interest to different Indonesian provinces, for instance tourism, port management and urban planning. Later this year, journalists and editors from Indonesian media will also participate in a visit programme to Singapore. These interactions reflect our frequent and wide-ranging exchanges at different levels.

Leaders Retreat

On 7 September next month, Singapore will host the annual Singapore-Indonesia Leaders Retreat. Prime Minister Lee Hsien Loong and our Cabinet Ministers were warmly welcomed by President Joko Widodo (Jokowi) to Semarang last November for the 2016 Leaders Retreat. We hope to reciprocate this hospitality and follow-up on the key investment, trade and cultural initiatives both leaders agreed to last year. We will also explore new areas where Singapore and Indonesia, as long-standing friends, can forge even closer partnerships and rise together.

A good example is the Kendal Industrial Park between SembCorp and PT Jababeka which was officially opened by Prime Minister Lee and President Jokowi during last year’s Leaders Retreat.  Since then, 30 companies have committed as tenants, with another 41 in the pipeline. This represents a total investment of more than US$360 million, and opens up job opportunities for 4,000 Indonesians.

We are also making progress in new projects that cover vocational skills upgrading, tourism cooperation, energy, the digital economy, and e-government services, even as we deepen our existing cooperation in defence, counter-terrorism and security matters, and other areas such as environmental sustainability and cultural exchanges. Singapore and Indonesia share a similar commitment to work together and we hope that strengthened cooperation will help both countries prosper and grow.

I would like to thank the Indonesian Government, and the Diplomatic Corps in Indonesia for your support, which has helped Ambassador Anil and his team here to further our bilateral relationship with our Indonesian friends.

I thank everyone for joining in the celebration of Singapore’s 52nd National Day, and would also like to take the opportunity to wish our Indonesian friends all the very best for the upcoming 72nd Independence Day celebrations on 17th August.

I wish everyone an enjoyable evening, and I look forward to meeting all of you.

May I now invite you to join me in a toast to the enduring friendship and cooperation between Singapore and Indonesia, and the peace and prosperity of our peoples!

.    .    .    .    .

 

“Merayakan RISING50”

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan
Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Moermahadi Soerja Djanegara
Menteri Pembangunan Sosial dan Keluarga Tan Chuan-Jin
Sekretaris Parlemen Senior Perdagangan & Industri dan Pendidikan Low Yen Ling
Ketua Komite Parlemen Pemerintahan untuk Pertahanan dan Luar Negeri Vikram Nair
Para tamu yang terhormat
Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian

Selamat Malam

Terima kasih atas kehadirannya di acara resepsi Hari Nasional. Saya sangat senang merayakan Hari Nasional Singapura ke-52 dengan teman-teman saya di Indonesia. Saya berkunjung ke Jakarta pada bulan Maret lalu dan ini merupakan kunjungan saya yang ke-2 ke Indonesia tahun ini. Sangat menyenangkan bisa bertemu dengan banyak teman-teman lama dan saya sangat berterima kasih atas kehangatan dan keramah tamahan yang diberikan terhadap saya dan delegasi.

RISING50

Tahun 2017 menandakan tonggak penting dalam hubungan bilateral kita. Kurang dari sebulan, tanggal 7 September, kita akan memperingati perayaan berdirinya hubungan diplomatik Singapura-Indonesia ke-50. Kita mengangkat tema “RISING50” untuk perayaan sepanjang tahun – “R-I” untuk Republik Indonesia dan “S-I-N-G untuk Singapura. “Rising” juga merupakan gambaran yang tepat tentang hubungan bilateral yang kuat, di mana kita berusaha membangun kerjasama berjalan lama dan saling menguntungkan selama 50 tahun terakhir untuk mencapai puncak baru tertinggi bersama.

Singapura dan Indonesia memiliki hubungan bilateral yang luar biasa, dibangun di atas dasar saling pengertian dan rasa saling menghormati yang kokoh. Sebagai tetangga dekat dan seorang teman, Singapura berkomitmen untuk bekerja sama dengan Indonesia demi kesejahteraan dan keuntungan kedua negara dan masyarakat kita. Hal ini tidak hanya menguntungkan kedua negara kita, tapi juga penting bagi ASEAN yang stabil dan makmur.

Perdagangan dan jaringan investasi yang kuat

Hubungan perdagangan dan jaringan investasi antara bisnis kedua negara kita kuat. Singapura telah menjadi sumber investasi asing terbesar di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, dengan nilai investasi sebesar sembilan koma dua miliar dolar AS tahun lalu, yang menyumbang 20% dari total nilai investasi asing langsung di Indonesia. Kami juga merupakan mitra dagang ketiga terbesar di Indonesia.

Kedua negara kita juga baru saja membentuk Dewan Bisnis Indonesia-Singapura, yang akan menciptakan lebih banyak kesempatan untuk investasi dan kolaborasi. Saat Singapura menjabat kepemimpinan ASEAN tahun depan, kami juga akan bekerja sama dengan Indonesia dan sesama negara anggota ASEAN lainnya untuk meningkatkan hubungan bisnis dan konektivitas.

Hubungan antar masyarakat yang kuat

Kami juga memiliki hubungan masyarakat yang dekat. Dengan koneksi penerbangan yang baik ke Jakarta dan ke banyak destinasi lain di Indonesia, banyak orang Indonesia mengunjungi Singapura, dan banyak orang Singapura juga mengunjungi Indonesia untuk menghargai keindahan alam dan kebudayaan, menikmati keramahan teman-teman Indonesia kami. Indonesia adalah sumber pengunjung terbesar ke Singapura, dan sekitar 2.9 juta orang Indonesia mengunjungi Singapura tahun lalu. Lebih dari 1.4 juta orang Singapura juga mengunjungi Indonesia setiap tahunnya dan kami salah satu termasuk wisatawan nomor dua terbesar di Indonesia.

Lebih dari 5600 pejabat Indonesia juga telah berpartisipasi dalam pertukaran pelatihan di Singapura. Bidang-bidang ini adalah bidang yang diminati di berbagai provinsi di Indonesia, misalnya bidang pariwisata, manajemen pelabuhan dan perencanaan kota. Akhir tahun ini, wartawan dan editor dari media-media Indonesia juga akan berpartisipasi dalam program kunjungan ke Singapura. Interaksi ini mencerminkan luasnya dan padatnya pertukaran di tingkat-tingkat yang berbeda.

Leaders Retreat

Pada tanggal 7 September bulan depan, Singapura akan menjadi tuan rumah Leaders Retreat Singapura-Indonesia. Perdana Menteri Lee Hsien Loong dan jajaran menteri kabinet kami disambut hangat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Semarang pada bulan November tahun dua ribu enam belas lalu untuk Leaders Retreat. Kami berharap dapat membalas keramahan dan menindaklanjuti investasi utama, inisiatif perdagangan dan budaya yang telah disepakati oleh kedua pemimpin pada tahun lalu. Kami juga akan menjelajahi bidang baru di mana Singapura dan Indonesia, sebagai teman lama, dapat menjalin kemitraan yang lebih erat dan maju bersama.

Contoh yang bagus adalah Kawasan Industri Kendal antara SembCorp dan PT Jababeka yang dibuka secara resmi oleh Perdana Menteri Lee dan Presiden Jokowi pada Leaders Retreat tahun lalu. Sejak itu, tiga puluh perusahaan telah berkomitmen sebagai penyewa dan empat puluh satu perusahaan lainnya akan menyusul. Ini merupakan total investasi lebih dari tiga ratus enam puluh juta dolar AS, dan membuka lapangan kerja bagi empat ribu orang Indonesia.

Kami juga membuat kemajuan dalam proyek baru yang mencakup peningkatan keterampilan kejuruan, kerja sama di bidang pariwisata, energi, ekonomi digital, dan layanan e-government, meskipun pada waktu yang sama kita memperdalam kerja sama yang sudah ada dalam bidang pertahanan, penanggulangan terorisme dan masalah keamanan, dan bidang lainnya seperti kelestarian lingkungan dan pertukaran kebudayaan. Singapura dan Indonesia memiliki komitmen yang sama untuk bekerja sama dan kami berharap kerja sama yang kuat ini akan membantu kedua negara makin sejahtera dan berkembang.

Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia dan jajaran korps diplomatik di Indonesia atas dukungannya dalam membantu Duta Besar Anil dan timnya dalam menjalin hubungan bilateral dengan teman-teman Indonesia kami.

Saya berterima kasih para tamu yang telah hadir dalam perayaan Hari Kebangsaan Singapura ke-52 dan melalui kesempatan ini pula saya mengucapkan selamat hari kemerdekaan yang ke-72 pada tanggal 17 Agustus mendatang. 

Saya ucapkan kepada para tamu selamat menikmati malam ini dan saya berharap dapat bertemu dengan anda semua.  

Saatnya saya mengundang anda sekalian bersulang untuk persahabatan dan kerja sama abadi antara Singapura dan Indonesia, serta untuk perdamaian dan kemakmuran kedua masyarakat kita!

.    .    .    .    .

 


[1] IE Singapore. MTI Statistics. http://www.iesingapore.gov.sg.

[2] Indonesia Investment Coordinating Board. 31.7 % (USD 9.2 billion) of Indonesia’s FDI in 2016 is from S’pore, followed by Japan (18.6%), China (9.2%), Hong Kong (7.8%), Netherlands (5.1%).

[3] Singapore Tourism Board. In 2016, Indonesia remained the top source of visitor arrivals with 2.89 million tourists (an increase of 6% year-on-year). Indonesia has been Singapore’s top source of tourist arrivals since 1997.

[4] PATA MPower. Tourists from China and Malaysia to Indonesia in 2016 accounted for 1.45 million and 1.2 million respectively.